Agam, Sindotime—Pemulihan pascabencana galodo di Kabupaten Agam masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Hingga saat ini, lima kecamatan dilaporkan belum memperoleh layanan air bersih secara optimal, sementara sebagian wilayah lainnya masih mengalami gangguan pasokan listrik. Kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah meskipun fase tanggap darurat perlahan mulai terlewati.
Baca juga :Diduga Lakukan Aktivitas Prostitusi, Dua Pemuda Diamankan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengungkapkan bahwa dampak kerusakan infrastruktur dasar akibat bencana hidrometeorologi tersebut masih cukup signifikan. Menurutnya, terganggunya akses air bersih dan listrik tidak hanya menghambat aktivitas harian warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan sosial di daerah terdampak.
Rahmad menjelaskan, kecamatan yang masih sangat membutuhkan suplai air bersih meliputi Tanjung Raya, Palembayan, Malalak, IV Koto, dan Matur. Di kawasan tersebut, sejumlah sumber mata air tidak lagi berfungsi akibat tertimbun material banjir dan longsor. Selain itu, jaringan distribusi air mengalami kerusakan sehingga pasokan tidak dapat disalurkan secara normal kepada masyarakat.
Masalah serupa juga terjadi pada sektor kelistrikan. BPBD mencatat masih adanya pemadaman listrik di beberapa wilayah, khususnya di Kecamatan Palembayan dan Malalak. Sejumlah jorong yang masih terdampak antara lain Tulang Gajah, Jorong Lambeh, Jorong Toboh Ateh, serta Malalak Timur. Saat ini, perbaikan jaringan listrik masih terus dilakukan oleh pihak terkait secara bertahap.
Di tengah keterbatasan tersebut, kondisi layanan komunikasi dinyatakan telah kembali pulih. Seluruh menara telekomunikasi yang sempat terdampak di sepuluh kecamatan kini telah beroperasi normal. Untuk memperkuat jaringan komunikasi di wilayah rawan, perangkat internet berbasis satelit Starlink juga telah dipasang di beberapa kecamatan, seperti Malalak, Palupuh, Palembayan, Tanjung Raya, dan Tanjung Mutiara.
Baca juga :Peminat Tol Padang-Sicincin Turun Hingga 48,23 Persen Dibandingkan Trafik Normal





