Padang, Sindotime-Beberapa hari pascaditerjang bencana alam, kondisi korban bencana di Kabupaten Agam mulai terserang penyakit. Sejumlah penyakit yang paling banyak dikeluhkan korban bencana adalah Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) seperti batuk, pilek dan demam.
Baca juga :Total Kerugian Capai Rp 1,4 Triliun, Pemkab Percepat Penyusunan R3P
Lalu juga diare, serta gastritis yang disebabkan karena pola makan tidak baik, tidak teratur dan juga karena faktor psikis yang juga terganggu. Sehingga memunculkan peningkatan asam lambung. Termasuk juga penyakit kulit.
“Dari hasil observasi kami di lapangan, yang paling banyak dikeluhkan tentu penyakit-penyakit dampak pascabencana banjir, seperti ISPA, diare, gastritis dan juga penyakit kulit,” ujar Ketua Tim Tanggap Bencana dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ciputra Surabaya, dr. May Fanny Tanzillia, Sp.PK, Subsp.PI, Sabtu (28/12).
Diakui, dirinya bersama sembilan dokter lainnya yang terdiri dari 3 dokter spesialis, 5 Dokter Umum, 2 mahasiswa Kedokteran mendapat penugasan khusus dari Kemendikti Sainstek untuk membantu percepatan penanganan korban bancana di bidang kesehatan sejak (21/12) lalu.
Dan pada (22/12) tim ini mendapatkan penugasan dari Kadis Kesehatan Kabupaten Agam di Puskesmas Koto Alam, Kecamatan Palembayan. Di mana sejumlah aktivitas yang dilakukan tim yakni, melakukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar dan juga para pengungsi, dan juga menyalurkan kebutuhan bahan pokok, sembako dan kebutuhan lainnya. Serta gratis layanan konsultasi dengan dokter.
Kemudian pada (23/12), melakukan rawat luka para korban bencana yang melayani tiga rumah singgah pengungsi. Di mana di sana terdapat pengungsi yang patah tulang, retak, luka-luka dan juga memberikan bantuan pengobatan gratis serta sembako.
Baca juga :Pastikan Warga Terdampak Miliki Rumah Layak, Pemko Segera Bangun Huntap





