Padangpariaman

Percepat Pemulihan Pascabencana, Paten Mekar Tani Salurkan Bantuan

×

Percepat Pemulihan Pascabencana, Paten Mekar Tani Salurkan Bantuan

Sebarkan artikel ini
ARAHAN : Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat memberikan arahan kepada masyarakat di Huntara Asam Pulau saat penyaluran bantuan dari Paten Mekar Tani pada Rabu (25/2).(pemkab padang pariaman)

SINDOTIME.COM-Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali memperoleh dukungan logistik bagi warga terdampak bencana yang saat ini menempati Hunian Sementara (Huntara) Asam Pulau.

Bantuan tersebut disalurkan oleh Paten Mekar Tani pada Rabu (25/2) di lokasi huntara, Kabupaten Padang Pariaman, sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan pascabanjir.

Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, Kepala Pelaksana BPBD Emri Nurman, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Zahirman, Plt. Kabag Prokopim Rischa Dianis, jajaran tamu undangan, serta masyarakat penghuni Huntara Asam Pulau.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan Paten Mekar Tani kepada masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa kepedulian berbagai pihak menjadi energi penting bagi daerah dalam mempercepat proses pemulihan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan organisasi sosial merupakan kunci agar warga dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal.

Ketua Paten Mekar Tani Padang Pariaman, Ari Irpendi Putra, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari gerakan peduli bencana tingkat Sumatera Barat. Ia berharap dukungan yang diberikan dapat membantu meringankan beban kebutuhan harian warga serta mempercepat proses pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, terdiri atas 30 dus mie instan, 50 karung beras ukuran 5 kilogram, masing-masing 2 dus teh dan kopi, serta 100 dus air minum kemasan. Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga selama masa tinggal di hunian sementara.