SINDOTIME.COM—Seluruh aktivitas pelayaran dan perikanan di wilayah perairan Sumatera Barat diminta meningkatkan kewaspadaan. Menyusul peringatan dini yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur. Peringatan tersebut berlaku mulai Kamis, 26 Februari 2026 pukul 19.00 WIB hingga Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu menjelaskan, bahwa dalam periode tersebut berpotensi terjadi gelombang laut dengan kategori sedang, yaitu setinggi 1,25 sampai 2,5 meter.
Area yang diprakirakan terdampak meliputi perairan Agam–Pasaman Barat, Padang–Padangpariaman, serta Pesisir Selatan. Selain itu, kondisi serupa juga dapat terjadi di perairan timur Kepulauan Mentawai, mencakup wilayah timur Sipora, timur Siberut, hingga timur Pagai.
Berdasarkan analisis meteorologi, pola angin dominan bertiup dari arah Barat Laut hingga Utara dengan kecepatan berkisar antara 3 hingga 20 knot. Kombinasi kecepatan angin tersebut dan kondisi atmosfer diperkirakan memicu peningkatan tinggi gelombang.
Secara umum, cuaca di kawasan perairan diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang, terutama pada malam hari.
BMKG menekankan bahwa kondisi ini berimplikasi pada aspek keselamatan pelayaran. Mengacu pada standar operasional keselamatan, perahu nelayan berisiko mengalami gangguan apabila angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.






