SINDOTIME.COM—Empat rumah milik warga di Nagari Talang Belarik, Tapan, dilalap api pada Jumat (27/2) sekitar pukul 00.55 WIB, ketika sebagian besar penghuni tengah tertidur. Kebakaran yang terjadi di wilayah Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan itu diduga berasal dari arus pendek listrik.
Sekretaris Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima dari masyarakat menjelang pukul 01.00 WIB. Tidak lama berselang, Regu A dari Pos Damkar Tapan langsung bergerak menuju lokasi dan tiba dalam waktu sekitar tujuh menit.
Objek yang terbakar terdiri atas satu rumah berbahan kayu dan tiga rumah permanen. Api diduga pertama kali muncul saat pemilik rumah sedang terlelap. Salah seorang korban mengaku terbangun setelah merasakan suhu panas yang tidak biasa, disusul teriakan warga yang melihat kobaran api mulai membesar. Material bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.
Proses pemadaman melibatkan satu unit armada tangki berkapasitas 4.000 liter. Petugas melakukan pemadaman, pendinginan, serta penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa. Seluruh rangkaian penanganan berlangsung sekitar dua setengah jam dan situasi dinyatakan terkendali pada pukul 03.30 WIB.
Data Dinas Damkar mencatat dua warga terdampak utama, yakni Atmawati (49), ibu rumah tangga, dan Afrizon (42), seorang petani. Dari empat bangunan yang terbakar, satu unit mengalami kerusakan berat, satu unit rusak sedang, dan dua lainnya rusak ringan. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta.






