SINDOTIME.COM—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Maritim Teluk Bayur menginformasikan adanya potensi peningkatan ketinggian muka air laut di pesisir Sumatera Barat akibat fase bulan purnama.
Fenomena astronomi ini diperkirakan berlangsung selama empat hari, terhitung mulai Selasa, 3 Maret hingga Jumat, 6 Maret 2026.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menjelaskan bahwa fase bulan penuh merupakan siklus alamiah yang secara periodik memengaruhi dinamika pasang surut.
Pada periode tersebut, gaya gravitasi bulan yang lebih kuat dapat menyebabkan air laut mengalami pasang maksimum.
Berdasarkan hasil prakiraan, tinggi pasang diprediksi mencapai kisaran 1,3–1,4 meter dan berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 18.00–20.00 WIB.
Kondisi ini meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir rob, terutama jika bertepatan dengan hujan berintensitas ringan sampai sedang di wilayah perairan Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai.
Selain faktor pasang maksimum, kondisi cuaca di kawasan pesisir juga diperkirakan kurang stabil. Hujan ringan hingga sedang dapat disertai hembusan angin dengan kecepatan antara 2–10 knot.
Sementara itu, tinggi gelombang laut relatif terkendali pada kisaran 0,50–1,30 meter.






