Nasional

Perang Iran Dikhawatirkan Berdampak ke Jakarta

×

Perang Iran Dikhawatirkan Berdampak ke Jakarta

Sebarkan artikel ini
ARAHAN : Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ketika memberikan keterangan kepada awak media.(pemprov dki jakarta)

SINDOTIME.COM-Ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian global, termasuk Jakarta. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengingatkan bahwa dampak konflik tersebut tidak hanya bersifat politik, tetapi juga dapat merembet pada sektor distribusi, harga energi, hingga kestabilan harga barang dan jasa di dalam negeri.

Pernyataan itu ia sampaikan usai peresmian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Thamrin di Jakarta Pusat pada Senin (2/3).

Pramono berharap eskalasi di Timur Tengah tidak berkepanjangan karena semakin lama konflik berlangsung, semakin besar pula risiko gangguan terhadap sistem perdagangan global.

Baca Juga  Kantongi 4 emas, 12 Perak plus 11 Perunggu, Sumbar Bertengger di Peringkat 14

Ia menjelaskan bahwa salah satu titik krusial dalam dinamika konflik tersebut adalah Selat Hormuz. Jalur laut strategis ini dilalui lebih dari 30 persen distribusi minyak dunia.

Apabila terjadi gangguan atau penutupan akibat situasi keamanan yang memburuk, maka biaya pengiriman energi dan komoditas akan melonjak.

Kenaikan ongkos logistik itu pada akhirnya akan berdampak langsung pada harga barang dan jasa di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menurutnya, gangguan terhadap rantai pasok (supply chain) global akan memperpanjang proses distribusi dan meningkatkan biaya produksi. Dampak lanjutan yang paling terasa adalah tekanan terhadap inflasi serta penurunan daya beli masyarakat.

Baca Juga  Kemenparekraf Raih Predikat Memuaskan dalam Penilaian SPBE 2023 Kemenpan-RB

Mengantisipasi kemungkinan tersebut, Pramono meminta seluruh jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi, perencanaan stok komoditas strategis, serta penguatan koordinasi distribusi guna menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global.