Nasional

Percepat Swasembada Energi, Pemerintah Prioritaskan Pengembangan PLTS 13 Gigawatt

×

Percepat Swasembada Energi, Pemerintah Prioritaskan Pengembangan PLTS 13 Gigawatt

Sebarkan artikel ini
BERI KETERANGAN : Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada awak media terkait percepatan pembangunan PLTS di berbagai daerah di Indonesia.(bpmi setpres)

SINDOTIME.COM-Pemerintah mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah Indonesia guna mendukung target kemandirian energi nasional. Langkah tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pengembangan PLTS pada tahap awal akan diprioritaskan di wilayah yang telah memiliki jaringan distribusi listrik.

Menurut Rosan, dari rencana awal pengembangan kapasitas PLTS yang diusulkan mencapai sekitar 100 gigawatt, pemerintah akan terlebih dahulu memfokuskan pembangunan sekitar 13 gigawatt. Tahap ini dipilih sebagai prioritas untuk mempercepat implementasi proyek di lapangan.

Baca Juga  Uji Konsesi Prioritas Tambang untuk Ormas Ditolak MK

“Sebenarnya di semua desa, tetapi tadi diprioritaskan mungkin di daerah-daerah yang memang sudah punya distribusinya. Jadi kurang lebih dari usulan tadi awal 100 gigawatt mungkin ada 13, dari 100 gigawatt jadi 13 gigawatt terlebih dahulu yang rencananya akan diprioritaskan,” ucap Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah investasi telah mengalir untuk memperkuat ekosistem industri tenaga surya dalam negeri. Salah satunya adalah pembangunan fasilitas produksi panel surya dengan nilai investasi mencapai sekitar 1,4 miliar dolar AS.

Baca Juga  Ini Agenda Presiden Joko Widodo Selama di Sumbar Hari Ini

Rosan menyebutkan bahwa pabrik tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 50 gigawatt dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung penggunaan komponen produksi dalam negeri dalam proyek-proyek PLTS yang akan dibangun.

Selain itu, Danantara telah mengembangkan proyek percontohan PLTS di Kabupaten Sumenep dengan kapasitas 1 megawatt. Prototipe tersebut nantinya akan ditinjau oleh tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Pendidikan Tinggi untuk dievaluasi sebelum diterapkan secara lebih luas.