SINDOTIME.COM-Upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah terus didorong melalui penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Hal ini ditegaskan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Pasaman yang berlangsung di Hotel Emir, Lubuk Sikaping, Senin (9/3).
Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi di Sumatera Barat sangat dipengaruhi oleh kinerja pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota.
Oleh karena itu, menurutnya, keselarasan program pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar kebijakan yang dijalankan berjalan searah dan saling mendukung.
Rakor tersebut sekaligus menjadi forum strategis untuk menyelaraskan berbagai program pembangunan, memperkuat koordinasi kebijakan, serta membangun kolaborasi dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal yang dimiliki Pasaman maupun daerah lain di Sumatera Barat.
Mahyeldi menjelaskan bahwa peluang pembangunan ekonomi Sumatera Barat ke depan masih sangat besar. Salah satu kekuatan yang dimiliki daerah ini adalah kontribusi ekonomi dari para perantau Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
Berdasarkan penelitian Universitas Indonesia, kontribusi para perantau tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp20 triliun setiap tahun.
Potensi tersebut, menurut Mahyeldi, akan memberikan dampak yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah apabila didukung oleh perencanaan pembangunan yang terkoordinasi dengan baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas data pembangunan. Data yang akurat dan terintegrasi dinilai menjadi kunci dalam menyusun perencanaan program yang tepat sasaran, sehingga kebijakan pembangunan dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.











