Internasional

Sejumlah Rumah Sakit di Wilayah Tengah Israel Kewalahan Tangani Pasien

×

Sejumlah Rumah Sakit di Wilayah Tengah Israel Kewalahan Tangani Pasien

Sebarkan artikel ini
KEWALAHAN : Ilustrasi sejumlah tim medis Israel terlihat kewalahan ketika menangani pasien yang terimbas perang.(gemini ai)

SINDOTIME.COM-Sejumlah rumah sakit di wilayah tengah Israel dilaporkan mengalami tekanan besar setelah lonjakan pasien memenuhi unit gawat darurat (UGD). Kondisi ini memicu kepadatan ekstrem hingga kekacauan di beberapa fasilitas medis, terutama setelah serangan rudal balistik terbaru yang diluncurkan Iran.

Menurut laporan kantor berita Tasnim pada Sabtu (7/3), gelombang serangan tersebut terjadi pada Jumat (6/3) dan menyasar sejumlah lokasi strategis di Israel. Beberapa wilayah yang disebut terdampak antara lain Tel Aviv, Jaffa, serta kawasan Bandara Internasional Ben Gurion.

Baca Juga  2025, Hampir Satu Juta Orang di Hukum Akibat Kasus Korupsi di Tiongkok

Media-media Israel melaporkan bahwa salah satu rudal menghantam area di sekitar Bandara Ben Gurion yang terletak di bagian tengah negara itu. Stasiun televisi lokal Channel 12 juga mengabarkan adanya ledakan keras di Tel Aviv. Getaran dari ledakan tersebut bahkan dilaporkan terasa hingga membuat rumah-rumah di sekitar lokasi bergetar.

Sumber-sumber dari pihak Israel menyebutkan bahwa sekitar sepuluh rudal diluncurkan dalam serangan tersebut, dengan Jerusalem dan Tel Aviv menjadi target utama.

Akibat serangan yang terjadi secara beruntun, sejumlah media berbahasa Ibrani menggambarkan situasi darurat di berbagai rumah sakit. Unit gawat darurat dipenuhi korban luka, sementara ancaman keamanan yang masih berlangsung menambah ketegangan di lingkungan medis.

Baca Juga  Ilmuwan ParagonCorp Catat Sejarah di Ajang ASCS Conference 2025

Situs berita Rotter.net melaporkan bahwa ruang UGD di beberapa rumah sakit berada dalam kondisi sangat padat dan hampir tidak mampu menampung pasien tambahan. Lonjakan korban membuat tenaga medis harus bekerja di bawah tekanan tinggi.