SINDOTIME.COM–Dinas Kesehatan Kota Padang melaporkan adanya temuan kasus campak pada sejumlah warga. Berdasarkan data terbaru, tercatat tujuh orang warga di Kota Padang terkonfirmasi mengalami campak. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, pada Rabu (11/3).
Menurutnya, munculnya kasus tersebut menjadi indikasi bahwa virus campak sedang aktif beredar di lingkungan masyarakat. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena penyakit tersebut sangat mudah menular, terutama pada anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus campak.
Campak merupakan penyakit infeksi yang penularannya dapat terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Gejala yang umumnya muncul antara lain demam tinggi, batuk, pilek, serta munculnya ruam atau bintik merah pada seluruh tubuh. Apabila tidak ditangani secara tepat dan cepat, penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Srikurnia Yati menjelaskan bahwa komplikasi campak dapat menyerang berbagai organ tubuh. Beberapa dampak yang mungkin terjadi di antaranya infeksi paru-paru yang menyebabkan sesak napas, diare berat, kebutaan, hingga radang otak. Dalam kasus yang berat, kondisi tersebut bahkan dapat berujung pada kematian.
Untuk menekan penyebaran virus campak, Dinas Kesehatan Kota Padang mengimbau masyarakat agar segera melengkapi imunisasi anak. Imunisasi dinilai sebagai langkah paling efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus campak dan mencegah penularan lebih luas.
Pemerintah kota mengajak orang tua yang memiliki anak berusia 9 hingga 59 bulan untuk segera membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat seperti posyandu, puskesmas, atau rumah sakit guna mendapatkan imunisasi.











