SINDOTIME.COM-Kasihan. Demikianlah kata yang bisa untuk diungkapkan ketika melihat ratusan buruh PT Bumi Sarimas Indonesia (BSI) yang kini tengah berjuang mencari keadilan, menuntut hak-hak mereka yang ”dikebiri” pihak perusahaan.
Dan yang lebih menyayat hati, tiga hari melakukan unjuk rasa di depan pintu gerbang perusahaan, tak seorang pun yang mempedulikan penderitaan mereka. Termasuk pihak perusahaan sekalipun yang terkesan menghilang untuk menghindari belas kasihan para buruh.
“Kami kecewa, sudah tiga hari kami berunjuk rasa untuk memperjuangkan hak kami, tapi tak pernah sekalipun pihak perusahaan datang melihat nasib kami. Kemana lagi kami harus mengadu, semuanya seperti tutup telinga,” ujar Wakil Ketua SP-RTMM SPSI PT BSI, Indra Febrianto, Rabu (11/3).
Tak sampai di sana, luka perasaan para buruh justru makin bertambah ketika beredar kabar yang menyebutkan jika pihak perusahaan dikabarkan juga telah menonaktifkan seluruh karyawan pada 2 Maret lalu, hingga Desember mendatang. Sepanjang penonaktifan tersebut, para buruh tentunya akan kehilangan hak mereka.
Kebijakan ini tentunya sangat disesali para buruh, karena keputusan tersebut hanya diambil sepihak oleh pihak perusahaan. Tak hanya itu, hingga kini juga belum ada perwakilan dan tokoh masyarakat yang bersedia untuk memediasi persoalan yang kini dihadapi para buruh dengan pihak perusahaan.
“Ini tentunya makin membuat kami terluka. Harusnya, kebijakan ini diambil dengan melakukan musayawarah bersama kami, jangan sepihak,” sebutnya.





