Padangpariaman

Pembangunan Jembatan Bailey di Padang Mantuang Terus Dikebut

×

Pembangunan Jembatan Bailey di Padang Mantuang Terus Dikebut

Sebarkan artikel ini
DIKEBUT : Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Pospenas Sumbar serta sejumlah instansi terkait sedang mempercepat pembangunan Jembatan Bailey di Padang Mantuang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.(bnpb)

Padang Pariaman, Sindotime-Pembangunan Jembatan Bailey di Padang Mantuang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam dikebut Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Pos Pendamping Nasional (Pospenas) Provinsi Sumatera Barat serta sejumlah instansi terkait sedang mempercepat.

Baca juga :Pemko Padangpanjang Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Hingga 13 Desember

Pemasangan jembatan darurat ini menjadi langkah strategis untuk memulihkan konektivitas transportasi yang sempat terputus, sekaligus memastikan kelancaran distribusi logistik, akses layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan darurat lainnya.

Kerusakan Jembatan Padang Mantuang terjadi pada akhir November ketika banjir besar menerjang wilayah tersebut. Putusnya jembatan ini menghambat mobilitas warga dan memutus jalur penghubung antara Korong Padang Mantuang dan Nagari Kayu Tanam. Selain titik ini, beberapa kawasan lain di Kabupaten Padang Pariaman juga mengalami gangguan akses akibat banjir dan longsor, sehingga memaksa pemerintah daerah bersama Forkopimda—dengan dukungan pemerintah pusat—mengambil langkah cepat melalui pembangunan Jembatan Bailey sebagai solusi paling efektif.

Jembatan Bailey yang digunakan merupakan bantuan dari Satuan Zeni Tempur 2/Samara Grawira Kodam II/Sriwijaya Prabumulih. Jembatan ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 3,9 meter, serta dirancang menahan beban hingga 20 ton, sehingga mampu dilalui kendaraan ringan maupun truk pengangkut logistik.

Pemasangan jembatan dimulai pada 10 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada 16 Desember 2025. Saat ini progres pengerjaan telah mencapai 27%. Di lapangan, personel Zeni TNI AD masih menghadapi tantangan berupa cuaca buruk yang menghambat percepatan pekerjaan.