Ia juga menjelaskan bahwa kondisi Sitinjau Lauik selama ini menjadi hambatan serius bagi aktivitas masyarakat dan sektor logistik. Oleh sebab itu, Pemprov Sumbar akan memastikan seluruh proses berjalan optimal melalui koordinasi erat dengan kementerian terkait dan pihak pelaksana.
“Kami mendukung penuh agar tahapan konstruksi dapat segera dimulai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Baca juga :Pembangunan Jembatan Bailey di Padang Mantuang Terus Dikebut
Direktur PT HPSL, Michael Arthur Paulus Rumenser, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sumbar. Ia menilai penandatanganan pembiayaan sindikasi menandakan kesiapan seluruh pihak untuk memasuki fase krusial berikutnya.
“Ini menunjukkan komitmen bersama. Kami berharap proses pembebasan lahan dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fisik bisa dimulai sesuai rencana,” ungkap Michael.
Dengan selesainya penandatanganan ini, HPSL bersama para lembaga pendanaan kini memasuki tahap akhir sebelum konstruksi dimulai. Flyover Panorama I diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang atas karakteristik geografis Sitinjau Lauik yang penuh tantangan—mulai dari tanjakan curam, tikungan berbahaya, hingga potensi bencana yang kerap mengganggu mobilitas.






