Agam, Sindotime—Banjir bandang dan galodo yang menerjang Kabupaten Agam meninggalkan dampak serius terhadap konektivitas wilayah dan ketahanan infrastruktur. Bencana tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga merusak jaringan penghubung vital antarkecamatan. Data sementara mencatat sedikitnya 28 jembatan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi, dan total kerugian infrastruktur diperkirakan mencapai Rp120,5 miliar.
Baca juga :
Kerusakan jembatan dinilai sebagai persoalan paling krusial pascabencana. Putusnya akses transportasi menyebabkan distribusi logistik terhambat, aktivitas ekonomi lumpuh, serta akses warga terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya terganggu. Dalam kondisi darurat dan keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Agam menilai penggunaan jembatan Bailey sebagai langkah paling efektif untuk pemulihan cepat.
Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, jembatan Bailey merupakan solusi paling rasional karena dapat dipasang dalam waktu singkat untuk membuka kembali wilayah yang terisolasi. Ia menekankan bahwa penanganan akses transportasi tidak bisa menunggu pembangunan jembatan permanen yang memerlukan proses panjang dan pembiayaan besar.
Salah satu wilayah terdampak paling parah berada di Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara. Di kawasan ini, tiga jembatan utama dilaporkan hanyut akibat derasnya arus banjir. Ketiga jembatan tersebut adalah Jembatan Ujung Karang I, Jembatan Ujung Karang II, dan Jembatan Bakung. Akibatnya, sekitar 700 kepala keluarga di wilayah Subang-subang terpaksa mengandalkan perahu sebagai satu-satunya sarana transportasi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Kondisi darurat tersebut mendorong Pemkab Agam untuk mengajukan percepatan pemasangan jembatan Bailey sebagai infrastruktur sementara. Secara keseluruhan, pemerintah daerah memperkirakan membutuhkan 13 unit jembatan Bailey guna memulihkan akses di sejumlah titik terdampak, sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen.





