Bupati Agam menyampaikan bahwa kebutuhan jembatan darurat tersebut telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja ke Kabupaten Agam pada Kamis (18/12). Pemerintah daerah berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah pusat dan provinsi agar proses pemulihan infrastruktur dapat segera dilaksanakan.
“Jika akses tidak segera dipulihkan, warga akan terus terisolasi. Ini bukan hanya persoalan pembangunan fisik, tetapi menyangkut keselamatan, roda ekonomi, dan keberlangsungan hidup masyarakat,” ujar Benni Warlis.
Baca juga :
Sementara itu, Camat Tanjungmutiara, Edo Aipa Pratama, mengungkapkan bahwa pada Jembatan Ujung Karang I saja, badan jalan sepanjang kurang lebih 80 meter mengalami putus total. Padahal, ruas tersebut merupakan bagian dari jalan provinsi Tiku–Sasak yang berfungsi sebagai jalur utama pergerakan orang dan distribusi barang antardaerah.
Ia menegaskan bahwa dampak terputusnya jalur tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat setempat, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan logistik pada skala regional jika tidak segera ditangani.(*/zoe)
Selanjutnya :





