Ia menambahkan, bantuan tersebut bukan ditarik atau dipulangkan, melainkan dialihkan mekanisme penyalurannya agar lebih efektif dan tepat sasaran. Muhammadiyah akan bertanggung jawab penuh dalam mendistribusikan beras tersebut kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Karena ini bantuan NGO, maka penyalurannya juga dilakukan oleh NGO di Indonesia. Muhammadiyah yang akan mendistribusikannya langsung ke korban banjir,” ujar Bobby.
Baca juga :Jembatan Rusak di Agam Capai 28 Unit, Total Kerugian Sentuh Rp 120,5 Miliar
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta mitra kemanusiaan dari Uni Emirat Arab kepada Muhammadiyah.
Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah selalu siap hadir membantu masyarakat terdampak bencana, tanpa mempersoalkan status kedaruratan atau klasifikasi bencananya. Bagi Muhammadiyah, kebutuhan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
“Dalam kerja kemanusiaan, kami tidak melihat status bencana. Ketika rakyat membutuhkan bantuan, di situlah Muhammadiyah harus hadir,” tegas Haedar.





