Padang Panjang

Bantu Warga Terdampak Bencana, IKTD dan IKM Bengkulu Salurkan Bantuan

×

Bantu Warga Terdampak Bencana, IKTD dan IKM Bengkulu Salurkan Bantuan

Sebarkan artikel ini
DATANG: Bantuan dari IKTD dan IKM Bengkulu ketika tiba di Posko Utama TDB di Markas Koramil 01/Padang Panjang.(pemko padang panjang)

Padang Panjang, Sindotime—Masyarakat Minangkabau yang ada di perantauan kembali mewujudkan kepeduliannya melalui aksi nyata bagi kampung halaman. Ini dibuktikan oleh Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) bersama Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Bengkulu menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak bencana di Kota Padang Panjang.

Baca juga :Selamatkan Tesso Nilo, Tumbangkan Sawit dan Pulihkan Hutan

Penyaluran bantuan dilakukan di Posko Utama Tanggap Darurat Bencana (TDB) yang berlokasi di Markas Koramil 01/Padang Panjang, Sabtu (20/12). Bantuan tersebut secara resmi diterima oleh Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, didampingi Ketua BPBD Kesbangpol, Nofiyanti. Selanjutnya, bantuan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak dengan pendampingan dari camat dan lurah setempat.

Baca Juga  R3P Padang Panjang, Tentukan Arah Pemulihan Tiga Tahun ke Depan

Sebanyak 34 kepala keluarga menerima bantuan tunai dari IKTD Bengkulu. Dari jumlah tersebut, 26 kepala keluarga berasal dari Kecamatan Padang Panjang Barat dan delapan kepala keluarga dari Kecamatan Padang Panjang Timur. Setiap kepala keluarga memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak pascabencana.

Ketua IKTD Bengkulu, Hubbulwaton, yang hadir bersama jajaran pengurus menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari masyarakat perantau Minangkabau di Bengkulu. Dana dihimpun melalui IKTD, IKM Bengkulu, Bundo Kanduang IKTD, serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat lainnya.

Baca Juga  Masa Kerja 190 Tenaga Non-ASN Tidak Diperpanjang

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga terdampak serta meringankan beban yang mereka hadapi. Menurutnya, aksi solidaritas ini juga menjadi bukti bahwa ikatan emosional perantau Minangkabau dengan ranah Minang tetap terjaga, meskipun berada jauh dari kampung halaman.

Baca juga :Dari Rp 500 Juta, Kini PT BPRS Jam Gadang Punya Aset Mencapai Rp 135 Miliar