Padang, Sindotime-Gangguan konektivitas jalan nasional Padang–Bukittinggi melalui kawasan Lembah Anai akibat longsor dan banjir bandang berdampak langsung terhadap kinerja lalu lintas Tol Padang–Sicincin. Terputusnya akses utama tersebut menyebabkan pergerakan kendaraan dari dan menuju Padang tidak berjalan optimal, meskipun tol tetap beroperasi secara normal.
Baca juga :Percepat Pembangungan Huntara Bagi Warga Terdampak Bencana Alam
Berdasarkan catatan PT Hutama Karya (Persero), hingga Sabtu, 20 Desember, volume kendaraan yang melintas di ruas Tol Padang–Sicincin hanya mencapai 1.871 unit. Angka ini menunjukkan penurunan tajam sebesar 48,23 persen dibandingkan kondisi lalu lintas harian normal. Penurunan ini terjadi karena sebagian besar pengguna jalan memilih menunda perjalanan atau menggunakan jalur alternatif yang tersedia selama proses rekonstruksi dan uji coba akses Lembah Anai masih berlangsung.
Fenomena tersebut menjadi anomali di tengah tren peningkatan mobilitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Saat mayoritas ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mencatat lonjakan trafik signifikan, Tol Padang–Sicincin justru menjadi satu-satunya ruas yang mengalami kontraksi volume kendaraan secara mencolok.
“Kendaraan yang melintasi Tol Padang-Sicincin tercatat lebih rendah 48,23% dari trafik normal. Hal ini dikarenakan terputusnya konektivitas dari arah Padang menuju Bukittinggi,” tulis manajemen Hutama Karya dalam laporan resminya, Minggu (21/12).
Hutama Karya menyampaikan bahwa pemantauan lalu lintas dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada ruas-ruas yang terdampak gangguan jaringan jalan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan aspek keselamatan, kelancaran arus kendaraan, serta kualitas layanan tetap terjaga selama periode puncak perjalanan akhir tahun.
Baca juga :Bantu Warga Terdampak Bencana, IKTD dan IKM Bengkulu Salurkan Bantuan





