Sementara itu, akses transportasi menunjukkan perkembangan positif. BPBD Agam melaporkan bahwa sekitar 95 persen ruas jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, sedangkan kendaraan roda empat telah mencapai sekitar 80 persen aksesibilitas. Meski demikian, di sejumlah titik pengendara masih harus menggunakan jalan dan jembatan darurat akibat kerusakan parah pada infrastruktur, terutama di Kecamatan Palupuh dan Malalak yang sebelumnya sempat terisolasi.
Dampak bencana juga terasa pada sektor pelayanan kesehatan. Tercatat lima fasilitas kesehatan mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat, yakni Poskesri Ganting dan Pustu Anak Aia Kasiang di Kecamatan Ampek Nagari, Pustu Sungai Taleh di Kecamatan Palembayan, Puskesmas Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya, serta Puskesmas Muaro Putuih di Kecamatan Tanjung Mutiara. Kerugian akibat kerusakan fasilitas kesehatan tersebut diperkirakan mencapai Rp420 juta.
Baca juga :PWI Aceh Peringati Pemerintah Pusat Agar tak Batasi Kerja Wartawan di Lapangan
Meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, BPBD memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berlangsung dengan sistem penyesuaian serta dukungan dari fasilitas kesehatan terdekat. Proses rehabilitasi dan perbaikan bangunan kesehatan juga terus diupayakan sesuai tingkat kerusakan dan ketersediaan anggaran.
Selain kebutuhan pangan, BPBD Agam juga mengidentifikasi berbagai kebutuhan mendesak lainnya di wilayah terdampak. Kebutuhan tersebut meliputi perlengkapan tidur, peralatan memasak, perlengkapan sekolah bagi anak-anak, alat berat dan peralatan pembersih material banjir, alat pelindung diri untuk petugas lapangan, hingga kendaraan pengangkut sampah di beberapa kecamatan.
Baca juga :Percepat Pembangungan Huntara Bagi Warga Terdampak Bencana Alam





