Bukittinggi, Sindotime-Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-241 yang digelar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi, Senin (22/12), berlangsung khidmat. Ini dinilai sebagai momentum refleksi perjalanan sejarah sekaligus perumusan arah pembangunan daerah ke depan. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menilai capaian pembangunan, mengidentifikasi tantangan aktual, serta merancang langkah kebijakan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Baca juga :Tegaskan Peran Jurnalis, Pengurus PJKIP Padang Panjang 2025–2028 Resmi Dilantik
Rapat paripurna berlangsung di Balai Sidang Bung Hatta, Senin (22/12), dan dihadiri oleh berbagai unsur penting pemerintahan dan masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumatera Barat, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ketua dan anggota DPRD Kota Bukittinggi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan daerah.
Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan hari jadi kota tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, peringatan ini harus dimaknai sebagai ajang koreksi kebijakan, introspeksi kolektif, dan evaluasi hasil pembangunan yang telah dicapai, guna menyusun kerangka kerja masa depan yang lebih adaptif, produktif, dan realistis.
Syaiful Efendi juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kota Bukittinggi yang dinilai berhasil melaksanakan berbagai program pembangunan serta meraih sejumlah penghargaan di tingkat regional maupun nasional. Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat tantangan besar yang harus dihadapi bersama, terutama dalam penataan sektor perdagangan dan pasar tradisional agar mampu bersaing di tengah arus ekonomi digital dan globalisasi.
Menurutnya, penguatan daya saing daerah membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang teknologi informasi dan manajemen, disertai dengan kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha. Inovasi berkelanjutan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Dengan komitmen tersebut, visi menjadikan Bukittinggi sebagai kota yang gemilang, berkeadilan, dan berbudaya dinilai bukan sekadar slogan, melainkan tujuan yang realistis untuk diwujudkan.
Baca juga :Pemko Padang Suguhkan Malam Tahun Baru 2026 dengan Kegiatan Keagamaan





