Selain menyalurkan bantuan fisik, Sri Bahlil juga menyempatkan diri menyapa dan memberikan penguatan moril kepada para pengungsi di sejumlah titik. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tabah, menjaga optimisme, serta memaknai musibah ini sebagai ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keimanan.
“Pemerintah hadir dan tidak akan membiarkan masyarakat berjuang sendiri. Mari kita hadapi cobaan ini dengan tawakal dan doa, agar kondisi segera pulih dan kehidupan kembali berjalan normal,” ungkapnya.
Baca juga :Waspada, Gelombang Setinggi 4 Meter Mengancam Sumbar
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman, Nita Azis, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian serta kehadiran langsung Ketua DWP Kementerian ESDM di tengah masyarakat terdampak. Ia menilai bantuan yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih yang menjadi kebutuhan vital pascabencana. Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Padang Pariaman, kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya dengan penuh haru.
Adapun pembangunan sumur bor dilakukan di lima titik, yaitu Surau Koto, Surau Tanjung, Mushala Darussalam Tanah Taban, Tanah Taban Nagari Pasia Laweh, serta satu titik lainnya di Nagari Surantiah, Kecamatan Lubuk Alung. Hingga saat ini, dua sumur bor telah selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Surau Tanjung dan Nagari Surantiah, sementara tiga titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Baca juga :Dorong Percepatan Recovery, DPR RI Bantu Padang Pariaman Rp 500 Juta





