Agam, Sindotime—Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, pada Kamis siang (25/12) kembali memicu bencana banjir bandang. Debit Sungai Batang Muaro Pisang meningkat tajam hingga meluap dan menghantam kawasan Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, membawa lumpur tebal, bongkahan batu, serta potongan kayu berukuran besar.
Baca juga :Polda Sumbar Imbau Masyarakat Isi Tahun Baru dengan Kegiatan Positif
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan catatan, hujan mulai turun sejak pukul 13.28 WIB dan dalam waktu singkat menyebabkan aliran sungai tak mampu menampung volume air. Luapan sungai meluber ke badan jalan dan permukiman, bahkan menutup total jalur utama penghubung Maninjau–Lubukbasung.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syadefiyanti, menyebut material banjir yang terbawa arus sangat berisiko bagi keselamatan. Batu-batu besar terseret deras dan meluncur di atas aspal, sehingga membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menjelaskan bahwa akses Maninjau–Lubukbasung terpaksa ditutup sementara karena tertimbun lumpur dan bebatuan. Untuk mempercepat penanganan, alat berat telah diterjunkan ke lokasi guna membersihkan material banjir. Pihak BPBD juga masih menunggu laporan lanjutan dari pemerintah kecamatan terkait dampak di wilayah lain.
Banjir bandang tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga merendam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Maninjau yang berada di Jorong Pasa Maninjau. Air bercampur lumpur dan material keras masuk ke area rutan, sehingga memaksa petugas mengambil langkah evakuasi darurat.
Baca juga :Dusun Baru tak Aman Lagi : Aksi Pencurian Marak, Warga Resah





