Painan, Sindotime-Curah hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dalam dua hari terakhir. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk meningkatkan status kewaspadaan dan mengimbau masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Baca juga :Momen Nataru, Penjualan Tiket KA Pariaman Ekspres Tembus 171 Persen dalam Sehari
Peningkatan kewaspadaan dinilai penting mengingat hujan lebat berpotensi memicu kejadian banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah yang memiliki topografi curam dan berada di sekitar aliran sungai. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Pessel, Mulyandri, menegaskan bahwa masyarakat yang bermukim di kawasan rawan harus selalu siaga terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Menurutnya, wilayah lereng perbukitan dan daerah bantaran sungai menjadi zona paling rentan saat hujan turun dalam durasi panjang. Aliran air yang meningkat secara tiba-tiba dapat menyebabkan longsor maupun banjir bandang dalam waktu singkat tanpa tanda yang jelas.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Pessel terus menyampaikan peringatan dan imbauan kepada masyarakat, baik secara tertulis maupun lisan, melalui camat dan wali nagari. Upaya ini dilakukan agar warga memahami potensi risiko di lingkungannya serta mengetahui langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi kondisi darurat.
Mulyandri juga mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan kejadian bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Rentang waktu 25 hingga 28 November tersebut menjadi catatan penting, karena hujan dengan intensitas tinggi saat itu menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah daerah di Sumatera Barat, termasuk di Kabupaten Pesisir Selatan.
Baca juga :Hujan Berintensitas Tinggi, Banjir Bandang Muaro Pisang kembali Terjang Maninjau





