“Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa bencana bisa datang sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan, terlebih saat memasuki masa libur panjang Natal dan Tahun Baru, ketika mobilitas masyarakat juga meningkat,” ujarnya.
Berdasarkan pemetaan risiko BPBD Pessel, Kecamatan Bayang Utara menjadi wilayah dengan tingkat ancaman longsor tertinggi. Sekitar 85 persen penduduk di kecamatan tersebut bermukim di lereng perbukitan dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Selain itu, sejumlah kecamatan lain juga masuk dalam kategori rawan, seperti Koto XI Tarusan, IV Jurai, Batang Kapas, Lengayang, Ranah Pesisir, Ranah Ampek Hulu, serta Basa Ampek Balai Tapan.
Baca juga :Polda Sumbar Imbau Masyarakat Isi Tahun Baru dengan Kegiatan Positif
Tak hanya longsor, ancaman banjir juga menjadi perhatian serius. Sungai-sungai yang berhulu di kawasan Pegunungan Bukit Barisan memiliki karakter aliran yang deras akibat kontur wilayah yang curam. Kondisi ini berpotensi memicu banjir bandang apabila hujan turun dalam waktu lama.
BPBD mengingatkan warga agar mampu mengenali tanda-tanda alam, seperti meningkatnya debit air sungai, perubahan warna air, dan suara gemuruh dari arah hulu. Jika kondisi tersebut muncul, masyarakat diminta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Baca juga :Rp 46,05 T Dana TKD Dikucurkan Pemerintah Pusat Untuk Wilayah Terdampak Bencana
Hingga saat ini, meskipun hujan deras terjadi di beberapa kecamatan, BPBD Pessel belum menerima laporan adanya kejadian banjir maupun longsor. Namun demikian, petugas tetap disiagakan dan pemantauan cuaca terus dilakukan di titik-titik rawan bencana.
“Masyarakat diharapkan tidak lengah, meskipun belum ada kejadian. Peringatan dini harus selalu diperhatikan, terutama selama libur Natal dan Tahun Baru,” pungkas Mulyandri.(*/zoe)
Selanjutnya :Dusun Baru tak Aman Lagi : Aksi Pencurian Marak, Warga Resah





