Agam, Sindotime—Akses transportasi yang menghubungkan Bukittinggi dan Lubukbasung memang kini telah kembali dapat dilalui setelah sempat lumpuh akibat terjangan banjir bandang di kawasan Pasa Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam. Material lumpur, bebatuan, dan batang kayu yang sebelumnya menutup badan jalan berhasil disingkirkan melalui proses pembersihan intensif.
Baca juga :Waspada, Ancaman Bencana Tinggi saat Libur Nataru
Peristiwa banjir bandang tersebut tidak hanya memutus jalur utama, tetapi juga memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka. Tercatat sebanyak 87 kepala keluarga, dengan jumlah sekitar 200 jiwa, harus mengungsi lantaran tempat tinggal mereka rusak atau tertimbun material banjir.
Salah seorang warga, Rudi Yudistira, menyampaikan bahwa sejak Jumat pagi (26/12), jalan sudah mulai difungsikan meski masih diberlakukan sistem buka-tutup. Seiring berjalannya waktu dan pembersihan yang terus dilakukan, arus kendaraan akhirnya kembali normal pada sore harinya.
Upaya penanganan dilakukan dengan mengerahkan dua unit alat berat untuk membersihkan sisa luapan Sungai Batang Muaro Pisang yang membawa material berat ke badan jalan. Setelah pekerjaan selesai, alat berat tersebut ditarik dari lokasi.
Sementara itu, warga terdampak sementara ditempatkan di sejumlah lokasi pengungsian, antara lain ruang belajar di Gedung Atas SMAN 1 Tanjungraya serta Masjid Raya SMPN 1 Tanjungraya. Tempat-tempat tersebut difungsikan sebagai hunian darurat sambil menunggu pembersihan kawasan permukiman dan langkah lanjutan dari pemerintah daerah.
Baca juga :R3P Padang Panjang, Tentukan Arah Pemulihan Tiga Tahun ke Depan





