Banjir bandang ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Maninjau pada Kamis siang (25/12). Selain menutup total jalur Maninjau–Lubukbasung, banjir juga merendam kawasan permukiman dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Maninjau, sehingga warga binaan sempat dievakuasi demi keselamatan.
Kini, setelah jalur kembali terbuka, arus lalu lintas menuju dan keluar dari Maninjau berangsur lancar. Kendati demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca masih berpotensi memicu bencana susulan. Pemerintah daerah pun tetap menyiagakan alat berat di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi jika terjadi penumpukan material kembali.
Baca juga :Momen Nataru, Penjualan Tiket KA Pariaman Ekspres Tembus 171 Persen dalam Sehari
Di sisi lain, percepatan penanganan pascabencana juga dilakukan melalui rencana pembangunan hunian sementara. Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, turun langsung meninjau lokasi yang direncanakan menjadi area pembangunan huntara di wilayah Bancah, Nagari Maninjau.
Dalam kunjungannya, Wabup Agam menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat di sepanjang perjalanan. Ia memastikan kondisi warga terdampak tetap terpantau serta kebutuhan logistik terpenuhi. Ia juga membuka ruang komunikasi agar masyarakat segera melaporkan apabila masih terdapat kekurangan bantuan.
Saat meninjau lokasi pembangunan huntara, Wabup Iqbal menekankan pentingnya percepatan persiapan lahan. Ia meminta koordinasi lintas instansi, khususnya dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, agar pembangunan hunian sementara dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan keselamatan warga.
Baca juga :Hujan Berintensitas Tinggi, Banjir Bandang Muaro Pisang kembali Terjang Maninjau





