Agam

Evaluasi Tanggap Darurat, Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

×

Evaluasi Tanggap Darurat, Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

Sebarkan artikel ini
DIBAHAS: Suasana rapat evaluasi tanggap darurat yang dilaksanakan Pemkab Agam.(pemkab agam)

Agam, Sindotime-Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat koordinasi penanganan pascabencana alam melalui rapat evaluasi tanggap darurat yang dipimpin langsung oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, bersama Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, SE, M.Com. Rapat tersebut dilaksanakan secara daring dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam yang berlokasi di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, pada Rabu (24/12).

Baca juga :Lihat dari Dekat Dampak Banjir, Gubernur Kunjungi Warga Batu Busuak

Dalam rapat itu, seluruh pemangku kepentingan membahas perkembangan terkini penanganan dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam. Evaluasi difokuskan pada capaian penanganan darurat, hambatan teknis di lapangan, serta langkah percepatan pemulihan akses dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Baca Juga  Fase Tanggap Darurat Bencana Alam di Agam Resmi Berakhir

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Laksmono, memaparkan kondisi lapangan terkini, termasuk progres pembangunan jembatan Bailey sebagai solusi sementara untuk membuka kembali jalur transportasi yang terputus akibat bencana. Jembatan tersebut diharapkan dapat segera difungsikan guna mendukung mobilitas warga dan distribusi bantuan logistik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam, Rinaldi, menyampaikan kesiapan pembangunan hunian sementara (huntara) yang direncanakan di empat kecamatan terdampak. Berdasarkan data sementara, sebanyak 547 Kepala Keluarga (KK) direncanakan menempati huntara, sedangkan Data Terdampak Hunian Tetap (DTH) tercatat sebanyak 396 KK. Meski demikian, data tersebut masih dalam proses pemutakhiran dan verifikasi agar benar-benar akurat dan sesuai kondisi riil di lapangan.

Baca Juga  Percepat Rocovery Pascabencana, Petakan Kerusakan Infrastruktur Daerah Secara Terintegrasi

Untuk mendukung proses relokasi, Dinas Perkim telah mendistribusikan kuesioner kepada masyarakat guna menjaring pilihan relokasi, baik secara kolektif maupun mandiri. Adapun pembangunan hunian tetap (huntap) direncanakan akan dilaksanakan di dua lokasi utama, yakni di kawasan BBI Gumarang dan Dama Gadang.

Baca juga :Polresta Bukittinggi Bangun Sumur Bor, Upayakan Ketersediaan Air Bersih