Langkah validasi tersebut dilakukan agar seluruh dampak bencana terinventarisasi secara lengkap dan akurat, mencakup kerusakan infrastruktur, mulai dari jembatan yang ambruk, ruas jalan yang rusak, hingga berbagai fasilitas umum lainnya. Data inilah yang nantinya akan menjadi dasar pengajuan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi kepada pemerintah pusat.
Dalam rapat tersebut, Bupati juga memaparkan bahwa estimasi awal kerugian akibat bencana mencapai sekitar Rp1,4 triliun. Namun demikian, nilai tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi meningkat seiring bertambahnya laporan kerusakan dari lapangan.
Baca juga :Penumpang KA Diimbau Untuk Tidak Kenakan Perhiasan Mencolok Selama Perjalanan
“Target kita, data final selesai pada Minggu malam. Hari Senin sudah harus bisa ditandatangani dan dikirim ke kementerian atau lembaga terkait. Untuk itu, saya minta kerja ekstra dari seluruh tim agar finalisasi benar-benar sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujar Bupati dengan penuh penekanan.
Pelaksanaan rapat teknis ini sekaligus memperlihatkan keterlibatan langsung Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman dalam mengawal tahapan pemulihan pascabencana, sebagai upaya memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tepat sasaran, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh warga terdampak.(*/zoe)
Selanjutnya :Evaluasi Tanggap Darurat, Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana





