Sebanyak 50 ton bantuan dari Gudang Logistik Polda Sumbar disalurkan kepada warga, terdiri dari bahan pangan, sandang, serta perlengkapan kesehatan dasar. Penyaluran bantuan ini direncanakan berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan, menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan hingga proses pembangunan hunian sementara (huntara) rampung.
Untuk memastikan distribusi berjalan optimal, Polri mengerahkan 100 unit kendaraan roda dua dan 200 personel gabungan. Sementara itu, alat berat difungsikan untuk membersihkan material pascabencana dan membuka kembali akses ke wilayah yang sempat terisolasi. Mobil tangki air disiagakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga dan fasilitas umum. Polri juga menyerahkan peralatan kerja seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong guna mendukung kegiatan gotong royong masyarakat.
Baca juga :Wako Dukung Keberhasil PSP Padang di Liga 4 Sumbar Musim Depan
Dalam keterangannya kepada media, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo memaparkan perkembangan penanganan dan pemulihan infrastruktur pascabencana yang telah dilaksanakan jajarannya.
Ia menjelaskan progres pembangunan jembatan darurat di beberapa titik, yakni Palembayan, Kabupaten Agam yang telah selesai 100 persen, Malalak, Kabupaten Agam mencapai 80 persen, Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman sekitar 75 persen, X Koto Singkarak, Kabupaten Solok yang masih tahap persiapan, serta Sumani, Kabupaten Solok yang juga telah rampung 100 persen.
“Kemudian untuk jembatan-jembatan lain ingin dinaikan menjadi jembatan bailey jadi bisa nanti untuk roda empat bisa dilalui dengan kapasitas dibawah 10 Ton mungkin ya akan kita persiapkan,” pungkasnya, Minggu (28/12) di Polres Padang Pariaman.
Baca juga :Total Kerugian Capai Rp 1,4 Triliun, Pemkab Percepat Penyusunan R3P





