Selain infrastruktur, Wakapolri turut menyampaikan perkembangan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak. Hingga saat ini, sekitar 150 sumur bor telah selesai dibangun dari target keseluruhan sebanyak 300 unit yang masih dalam proses pengerjaan.
“Kemudian untuk hunian sementara (Huntara), rencana bangunan huntara di 3 lokasi tadi Kapolda sudah berkomunikasi dengan pusat untuk mencari lokasinya,” ucapnya.
Tiga lokasi yang direncanakan untuk pembangunan huntara tersebut meliputi Kapalo Koto di Kota Padang dengan target 100 unit, Anduriang di Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 34 unit, serta Limau Hantu di Kabupaten Pesisir Selatan dengan rencana pembangunan 60 unit.
Baca juga :Relokasi Terpadu Warga Terdampak, Pemkab Siapkan Lahan 2 Heaktare
Lebih lanjut, Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa sesuai arahan Kapolri, Polri juga mulai melakukan pendataan dan inventarisasi kebutuhan masyarakat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
“Kita pastikan bahwa tempat ibadah pada saat bulan suci ramadahan sudah betul-betul bisa digunakan. Kemudian untuk karpet, kebutuhan Al-Quran pun demikian akan kita cek yang terdampak segera kita coba penuhi. Kebutuhan-kebutuhan mendasar lainnya sudah di iventarisasi oleh para Kapolda dan Kapolres sehingga bulan Januari sudah betul-betul bisa mempersiapkan dan memaksimalkan kebutuhan yang bisa kita supply,” tutupnya.
Usai melepas konvoi bantuan kemanusiaan dan menyampaikan laporan perkembangan pemulihan bencana, Wakapolri bersama Kapolda Sumbar dan jajaran PJU Polda Sumbar melanjutkan kegiatan dengan meninjau dapur umum Bhayangkari.
Baca juga :Muhayatul Terpilih Sebagai Ketum ABTI Sumbar Periode 2026-2030
Di lokasi tersebut, rombongan menyaksikan langsung kegiatan memasak rendang (marandang) serta makan bersama warga terdampak di Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.
Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan peninjauan lokasi rencana hunian sementara bagi korban banjir dan tanah longsor di Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, sebelum Wakapolri dan rombongan kembali ke Jakarta.(*/zoe)
Selanjutnya :Evaluasi Tanggap Darurat, Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana





