Agam, Sindotime—Musibah alam kembali terjadi di Kabupaten Agam. Peristiwa tanah longsor dilaporkan menerjang Jorong Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, pada Selasa (30/12) sore. Kejadian tersebut menyebabkan sebuah rumah warga rusak tertimbun tanah serta menimbulkan korban meninggal dan luka-luka.
Peristiwa longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.19 WIB. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari diduga menjadi pemicu runtuhnya tanah dari lereng bukit di sekitar permukiman. Tanah dan material lainnya meluncur deras ke bawah dan langsung menghantam rumah yang berada di jalur longsoran. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik, namun tetap berusaha memberikan bantuan awal sebelum petugas datang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengungkapkan bahwa bencana tersebut melibatkan lima orang warga. Tiga orang di antaranya mengalami patah tulang, satu orang menderita luka berat, dan satu korban lainnya hingga sore hari masih dinyatakan hilang karena diduga tertimbun longsoran.
“Material longsor menimbun satu unit rumah warga. Saat kejadian, ada lima orang berada di lokasi. Sebagian korban berhasil dievakuasi, sementara satu orang masih dalam pencarian oleh tim gabungan,” kata Rahmad.
Dampak longsor tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memutus akses transportasi. Jalan utama di kawasan tersebut tertutup material tanah sepanjang kurang lebih 20 meter dengan ketebalan sekitar 1,5 meter. Akibatnya, jalur tersebut sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas warga sempat terhenti.
Situasi di lokasi semakin diperparah dengan terjadinya banjir akibat hujan deras. Air menggenangi badan jalan sepanjang sekitar 100 meter dengan ketinggian mencapai satu meter. Kondisi ini membuat proses evakuasi korban serta pergerakan alat berat menuju lokasi menjadi lebih sulit.





