Headline

Perubahan Jalur Aliran Sungai Ancam Permukiman Warga Pasa Maninjau

×

Perubahan Jalur Aliran Sungai Ancam Permukiman Warga Pasa Maninjau

Sebarkan artikel ini
CEK LAPANGAN : Kawasan longsor di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya terlihat cukup memprihatinkan.(pemkab agam)

Agam, Sindotime-Kawasan terdampak longsor di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, ditinjau langsung Bupati Agam, Benni Warlis pada Kamis (1/1), guna memastikan kondisi lapangan pascakejadian. Bencana tersebut mengakibatkan jalur utama provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dan Bukittinggi lumpuh total setelah tertutup material longsoran berupa batu, kayu, serta lumpur di sekitar kawasan BRI Lama, Pasar Maninjau.

Dalam kunjungannya, Bupati meninjau badan jalan yang tertimbun sekaligus melakukan komunikasi dengan jajaran pemerintah kecamatan, nagari, serta warga setempat. Ia juga mengamati secara langsung proses penanganan darurat yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan.

Benni Warlis mengungkapkan bahwa kondisi wilayah Maninjau saat ini berada dalam situasi rawan, terutama akibat perubahan jalur aliran sungai yang dinilai dapat memperbesar ancaman terhadap permukiman warga.

Baca Juga  Korban Tewas di Agam Capai 74 Orang, 78 Orang Masih Dalam Pencarian

“Kondisi di Maninjau sekarang boleh dikatakan mencekam, karena sungai yang kemarin itu sudah beralih alirannya ke lokasi sebelahnya. Maka semakin banyak yang terancam rumah penduduk. Jadi hari ini apa yang bisa dilakukan masyarakat bersama Basarnas, TNI, dan Polri, lakukan apa yang bisa dilakukan,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, upaya penanganan tidak bisa hanya difokuskan pada lokasi longsor semata, melainkan harus disertai langkah teknis menyeluruh dari bagian hulu untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.