“Kami sudah sampaikan ke gubernur dan balai sungai untuk ditangani secara teknis. Penanganannya dari hulu perlu keilmuan. Yang longsor kita selesaikan dengan alat berat, tapi tadi satu alat berat ikut tertimbun karena kurangnya perhitungan teknis. Penyelesaian dari hulu sampai ke bawah ini harus ada ilmunya, dan itu yang kita mintakan ke provinsi melalui BWS. Alhamdulillah, BWS sudah hadir hari ini,” jelasnya.
Saat ini, empat unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi kejadian, meskipun satu unit dilaporkan ikut tertimbun material longsoran. Selain itu, bencana tersebut berdampak pada sekitar 40 rumah warga.
Pemerintah Kabupaten Agam bersama unsur terkait masih terus melakukan langkah tanggap darurat, pembersihan jalur, serta upaya mitigasi lanjutan demi mengurangi potensi bahaya dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi terdampak.(*/zoe)





