Selain itu, ijtima’ juga terjadi sebelum waktu fajar di wilayah Selandia Baru, sehingga memenuhi prinsip kesatuan matlak global, yaitu satu penanggalan Hijriah yang berlaku serentak di seluruh dunia tanpa perbedaan wilayah.
Dengan mempertimbangkan seluruh parameter tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah berlaku secara global pada Rabu, 18 Februari 2026.
“Demikian maklumat ini disampaikan agar menjadi panduan bagi warga muhammadiyah dan dilaksanakan sebagaimana mestinya,” tulis maklumat yang ditanda tangani Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti pada pada 22 September 2025 yang disampaikan melalui laman resmi muhammadiyah.or.id.
Muhammadiyah menegaskan bahwa penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal bertujuan untuk menghadirkan kepastian waktu ibadah yang konsisten, ilmiah, dan berskala internasional, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan dasar perhitungan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara sains.(*/zoe)





