Sumbar

Mengawali 2026, Pemprov Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

×

Mengawali 2026, Pemprov Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
DIINGATKAN : Dialog interaktif bertajuk Prediksi Cuaca Awal Tahun 2026 dan Mitigasinya yang disiarkan RRI Pro 1 Padang, Jumat (2/1).(pemprov sumbar)

Padang, Sindotime-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali mengingatkan publik agar tidak lengah menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang masih membayangi sejumlah wilayah, mengawali tahun 2026. Intensitas hujan yang masih tinggi, dipadu dengan kontur alam Sumbar yang didominasi perbukitan serta aliran sungai yang pendek dan curam, menciptakan potensi serius terjadinya banjir dan tanah longsor. Peringatan ini mengemuka dalam dialog interaktif bertajuk Prediksi Cuaca Awal Tahun 2026 dan Mitigasinya yang disiarkan RRI Pro 1 Padang, Jumat (2/1).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar, Erasukma Munaf, menyebut kondisi geografis Sumbar menjadikannya salah satu daerah yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Karakter sungai yang pendek, berbatu, dan berlereng tajam menyebabkan debit air meningkat cepat saat hujan deras mengguyur.

“Struktur wilayah kita ini bukit, sawah, dan sungai. Sungai kita pendek tapi terjal. Aliran yang muncul sekarang sejatinya adalah alur sungai lama. Alam sedang mengambil kembali miliknya,” ujar Erasukma.

Baca Juga  Korban Meninggal Dunia Bencana Sumbar Capai 88 Orang, 85 Orang Masih Dalam Pencarian

Ia menekankan perlunya kewaspadaan ekstra bagi warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai. Dalam situasi hujan lebat yang berlangsung lama dan sulit diprediksi, masyarakat disarankan tidak ragu melakukan evakuasi sementara demi menghindari risiko yang lebih besar. Menurutnya, BPBD Provinsi Sumbar terus menjalin koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, BMKG, serta berbagai forum kebencanaan guna mengantisipasi kemungkinan bencana lanjutan.

Dari sisi meteorologi, Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau BMKG, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa berakhirnya puncak musim hujan tidak serta-merta menghilangkan ancaman cuaca ekstrem di Sumbar. Ia menyebut curah hujan di wilayah ini masih tergolong tinggi, bahkan secara klimatologis berpotensi meningkat kembali pada periode Maret hingga April 2026.

Baca Juga  Sumbar Siaga Darurat Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Percepat Penanganan

“Kita tidak boleh berhenti waspada. Curah hujan di Sumatera Barat masih cukup tinggi, dan kejadian hujan ekstrem dengan intensitas di atas 150 milimeter kini semakin sering terjadi,” jelasnya.