Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa BLTS yang disalurkan di wilayah bencana merupakan bantuan tambahan di luar skema reguler. Program ini dirancang sebagai langkah cepat pemerintah dalam merespons situasi darurat yang dialami masyarakat.
“Dalam tiga bulan terakhir, kami menyalurkan BLTS Kesra di luar BLTS reguler. Kalau BLTS reguler menjangkau sekitar 18 juta KPM, BLTS tambahan ini menyasar lebih dari 35 juta penerima, tentu berdasarkan data yang telah diverifikasi bersama pemerintah daerah dan BPS,” jelasnya.
Data terbaru Kementerian Sosial mencatat lebih dari 33,2 juta keluarga penerima manfaat telah dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima BLTS. Proses penyaluran dilakukan melalui kerja sama dengan bank-bank Himbara serta PT Pos Indonesia, dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan tingkat aksesibilitas wilayah penerima.
Secara nasional, Gus Ipul menyebut penyaluran BLTS hampir tuntas. “Kalau secara nasional, realisasinya sudah di atas 97 persen. Tinggal beberapa wilayah bencana yang memang membutuhkan usaha ekstra,” ujarnya.
Untuk menjangkau daerah-daerah sulit, Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, relawan, petugas dinas sosial, serta PT Pos agar bantuan dapat diterima masyarakat yang masih berada di pengungsian maupun wilayah terpencil.
“Intinya, sebagian besar bantuan sudah sampai ke masyarakat, baik di wilayah bencana maupun daerah lain di Indonesia,” pungkas Gus Ipul.(*/zoe)





