Agam

Ratusan Warga Mengungsi Mengungsi Akibat Banjir, Akses Utama Terputus

×

Ratusan Warga Mengungsi Mengungsi Akibat Banjir, Akses Utama Terputus

Sebarkan artikel ini
DIBERSIHKAN : warga, TNI, Polri dan jajaran Pemkab melakukan pembersihan jalan yang porak poranda akibat Galodo.(pemkab agam)

Agam, Sindotime—Bencana banjir bandang melanda Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan menyebabkan kerusakan luas di kawasan sekitar Danau Maninjau. Peristiwa ini memaksa sedikitnya 314 warga meninggalkan rumah mereka untuk menghindari ancaman banjir susulan yang masih berpotensi terjadi.

Hingga Jumat (2/1), hujan deras dengan intensitas tinggi terus mengguyur wilayah Maninjau dan sekitarnya. Kondisi tersebut meningkatkan risiko longsor dan banjir lanjutan, khususnya di nagari-nagari yang berada di sepanjang aliran sungai serta kawasan kaki bukit. Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih melakukan siaga penuh di lokasi terdampak.

Selain menyebabkan ratusan warga mengungsi, bencana ini juga menelan korban jiwa serta merusak permukiman dan infrastruktur dalam jumlah besar. Ratusan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Beberapa bangunan tertimbun lumpur dan batu, sementara lainnya terendam banjir yang membawa material kayu berukuran besar.

Baca Juga  Dorong Energi Bersih untuk Petani Tebu Agam Lewat Program TJSL Elektro Motor

Banjir bandang yang membawa lumpur pekat, bebatuan, dan batang kayu menghantam kawasan permukiman di sekitar Danau Maninjau. Aliran material tersebut kembali muncul setiap kali hujan lebat turun, membuat warga hidup dalam kondisi waspada dan cemas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Gofur, mengatakan bahwa para pengungsi berasal dari sejumlah nagari yang berada di jalur rawan banjir bandang. Sebagian besar warga mengungsi ke rumah keluarga dan lokasi pengungsian darurat dengan membawa barang seadanya.

Baca Juga  Pemkab Pastikan PBM Tetap Jalan, Meski Target Penyelesaian Huntara Molor

“Kebutuhan utama di pengungsian masih terbatas, terutama logistik, air bersih, selimut, perlengkapan bayi, dan obat-obatan,” ujarnya. Petugas kesehatan terus melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana.