Padangpariaman

Pascabanjir, Pemkab Gelar Gotong Royong Masal di SDN 17 Batang Anai

×

Pascabanjir, Pemkab Gelar Gotong Royong Masal di SDN 17 Batang Anai

Sebarkan artikel ini
DIBERSIHKAN : Suasana gotong royong yang dilaksanakan Pemkab Padang Pariaman di SDN 17 Batang Anai, usai sekolah tersebut diterjang banjir.(pemkab padang pariaman)

Padang Pariaman, Sindotime-Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan kegiatan aksi sosial berupa gotong royong massal di SD Negeri 17 Batang Anai, Sabtu (3/1). Ini sekaligus sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman ke-192. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dan melibatkan seluruh perangkat daerah serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman.

Gotong royong difokuskan pada pembersihan lumpur dan penataan kembali lingkungan sekolah yang terdampak banjir besar beberapa waktu lalu. Wilayah Batang Anai diketahui menjadi salah satu kawasan yang paling parah terkena dampak banjir, termasuk area sekolah.

Bupati John Kenedy Azis menyampaikan bahwa SDN 17 Batang Anai merupakan sekolah yang hampir setiap tahun terdampak banjir. Namun, banjir terakhir dinilai memiliki dampak yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga  Padang Pariaman Resmi Berstatus Tanggap Darurat Bencana

Ia menjelaskan, ketinggian air pada banjir terakhir mencapai sekitar dua meter, jauh melebihi kondisi banjir tahunan yang biasanya hanya berkisar 30 hingga 40 sentimeter. Akibatnya, lumpur masuk ke ruang-ruang kelas dan menutupi halaman sekolah, sehingga menghambat aktivitas belajar mengajar.

Menurut Bupati, kegiatan gotong royong ini dilakukan sebagai langkah darurat untuk memulihkan fungsi sekolah sambil menunggu realisasi rencana relokasi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah, kata dia, telah mengusulkan relokasi sekolah tersebut ke pemerintah pusat, namun masih menghadapi kendala dalam pengadaan lahan.

Baca Juga  Pastikan Warga Terdampak Bencana Terdata Sebagai Penerima Bantuan

“Sambil menunggu proses relokasi, sekolah harus segera dibersihkan agar bisa kembali digunakan. Usulan relokasi sudah disampaikan ke kementerian, dan saat ini yang masih menjadi tantangan adalah penyediaan lahan,” ujarnya.