ASN Kemenag juga diingatkan agar adaptif menghadapi dinamika zaman, termasuk pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, tanpa meninggalkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, integritas, dan etika. Dengan pijakan tersebut, agama diharapkan tetap hadir sebagai sumber inspirasi dan solusi bagi berbagai persoalan kebangsaan.
“Kita juga memperkuat fondasi ekonomi umat melalui ribuan pesantren serta pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma atau kolekte, dana punia, dana paramita, dan dana kebajikan. Program-program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara umum,” demikian amanat Menag.(*/zoe)





