Washington, Sindotime-Militer AS telah menahan Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dalam sebuah operasi militer besar yang dilakukan di wilayah Venezuela. Ini diumumkan langsung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penangkapan tersebut terjadi pada Sabtu (3/1) waktu setempat, dan Maduro dilaporkan langsung diterbangkan ke Amerika Serikat.
Operasi ini merupakan puncak dari eskalasi ketegangan antara Washington dan Caracas. Pemerintah AS selama bertahun-tahun menuduh Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkotika internasional. AS bahkan telah menetapkan Maduro sebagai buronan dengan tawaran hadiah hingga ratusan miliar rupiah bagi pihak yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Pemerintah Venezuela secara konsisten membantah tuduhan tersebut. Namun, AS tetap melancarkan operasi militer yang menargetkan kapal-kapal yang diduga digunakan untuk menyelundupkan narkoba dari Venezuela. Situasi kemudian meningkat hingga serangan dilakukan ke ibu kota Caracas, yang berujung pada penahanan Maduro dan istrinya.
Penangkapan Maduro sekaligus menambah daftar pemimpin negara yang pernah ditangkap atau digulingkan melalui operasi yang dipimpin Amerika Serikat.
Salah satu kasus paling dikenal adalah Manuel Noriega, penguasa de facto Panama. Pada 1989, AS menginvasi Panama dengan alasan melindungi warga negaranya serta memberantas praktik korupsi dan perdagangan narkoba. Noriega sebelumnya didakwa di pengadilan AS atas kasus narkotika dan akhirnya ditangkap, diadili, serta dipenjara di Amerika Serikat sebelum diekstradisi ke Prancis dan kemudian kembali ke Panama. Ia meninggal dunia di penjara Panama pada 2017.





