Agam, Sindotime—Rencana Pemerintah Kabupaten Agam untuk menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di SDN 05 Kayupasak, Kecamatan Palembayan, sebelum berakhirnya masa libur sekolah dipastikan belum dapat direalisasikan. Kondisi cuaca ekstrem yang terus terjadi menjadi kendala utama, sehingga progres pekerjaan di lapangan berjalan di bawah target yang telah ditetapkan.
Keterlambatan penyediaan huntara tersebut membawa konsekuensi serius terhadap penyelenggaraan pendidikan. Hingga saat ini, sejumlah ruang kelas SDN 05 Kayupasak masih difungsikan sebagai tempat pengungsian, menyebabkan proses belajar mengajar (PBM) belum bisa berjalan secara optimal sebagaimana mestinya.
Meski berada dalam situasi darurat, pemerintah daerah menegaskan bahwa aktivitas pembelajaran tidak boleh terhenti. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam, Andri, menyatakan pihaknya telah menyiapkan skema penanganan sementara guna memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi.
Sebagai langkah konkret, sebagian ruang kelas yang masih memungkinkan telah dikosongkan untuk pelaksanaan PBM. Sementara itu, sejumlah siswa lainnya dialihkan untuk mengikuti kegiatan belajar di SDN 36 Kayupasak. Kebijakan ini diambil agar kegiatan akademik tetap berjalan meski dengan keterbatasan sarana.
Andri, yang baru dilantik sehari sebelumnya sebagai Kadisdikbud Agam, langsung melakukan peninjauan ke lokasi terdampak pada Sabtu (3/1). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan sekolah serta efektivitas langkah darurat yang telah diterapkan. Peninjauan itu turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Agam Fadli S, Camat Palembayan Sabirun, serta Kepala SDN 05 Kayupasak Novita Yuliarma.
Ia menegaskan bahwa keberlangsungan PBM menjadi fokus utama pemerintah daerah, bukan semata untuk mengejar target akademik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi psikologis siswa pascabencana. Menurutnya, rutinitas belajar dapat membantu anak-anak kembali merasa aman dan stabil.





