Sementara itu, Camat Palembayan Sabirun menyampaikan harapan agar pembangunan huntara dapat dipercepat sehingga seluruh aktivitas sekolah bisa kembali normal. Ia memperkirakan, apabila kondisi cuaca mendukung, huntara dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu ke depan.
Pemindahan pengungsi dari lingkungan sekolah dinilai semakin mendesak, terutama karena siswa kelas VI akan menghadapi ujian akhir sekolah pada Maret mendatang. Lingkungan belajar yang kondusif menjadi faktor penting dalam menunjang kesiapan mereka.
Saat ini, tercatat dua sekolah masih digunakan sebagai lokasi pengungsian, yakni satu ruang kelas di SDN 17 Lambeh Palembayan dan beberapa lokal di SDN 05 Kayupasak. Pemerintah Kabupaten Agam berharap melalui koordinasi lintas sektor, percepatan pembangunan huntara dan pemulihan sektor pendidikan dapat berjalan seiring, sehingga kondisi darurat tidak terus mengorbankan proses belajar peserta didik.(*/zoe)





