Sementara itu, Kepala Jorong Tepi, Salmi, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat seorang petani sedang bekerja di sawah sekitar pukul 10.00 WIB. Pada awalnya, hanya terlihat lubang kecil berdiameter sekitar dua meter. Namun, tidak berselang lama terdengar suara gemuruh keras, dan lubang tersebut mendadak membesar.
“Awalnya hanya lubang kecil, lalu terdengar suara seperti runtuhan besar. Setelah diperiksa, lubang di tengah sawah sudah melebar dengan cepat,” jelas Salmi.
Ia menambahkan bahwa longsoran tanah terus terjadi di bagian tepi lubang, disertai munculnya genangan dan aliran air yang sumbernya belum dapat dipastikan. Menurutnya, pada pagi hari sebelum kejadian, area tersebut belum menunjukkan adanya aliran air sama sekali.
“Dalam waktu singkat, lubang makin besar dan air mulai keluar. Penyebab pastinya masih menunggu hasil kajian teknis dari tim ahli,” ujarnya.
Salmi menegaskan bahwa fenomena sinkhole ini merupakan kejadian pertama yang tercatat di Nagari Situjuah Batu, sehingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga sekitar.
Dari sisi pengamanan, Kanit SPK Polsek Situjuah, Aiptu Hadirman, mengatakan bahwa pihak kepolisian menerima laporan masyarakat sekitar pukul 11.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD untuk mengamankan area kejadian.





