EkBisHeadline

Lebih dari 2,4 Juta Kendaraan Melintas Di Tol Trans Sumatera, Selama Nataru 2025/2026

×

Lebih dari 2,4 Juta Kendaraan Melintas Di Tol Trans Sumatera, Selama Nataru 2025/2026

Sebarkan artikel ini
DIMINATI: Gerbang tol Padang-Pekanbaru, seksi Padang-Sicincin kini masih tetap diminati masyarakat.(zoe/sindotime)

Sebagai pelengkap layanan, Hutama Karya menyediakan layanan Work From Anywhere (WFA) pada 29–31 Desember 2025 di rest area Tol Pekanbaru–Dumai, Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, dan Tol Indralaya–Prabumulih dengan menghadirkan_ co-working space_ yang nyaman, dilengkapi free Wi-Fi dan fasilitas pendukung agar pengguna tetap produktif saat beristirahat. Selain itu, pos pelayanan dengan fasilitas tambahan seperti kursi pijat, area istirahat, kopi gratis, charging station, free Wi-Fi, dan fasilitas pendukung lainnya juga dihadirkan pada rest area dengan trafik tinggi, antara lain Rest Area Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung KM 215 Jalur B dan KM 234 Jalur A, serta Rest Area Tol Pekanbaru–Dumai KM 45 dan KM 65.

Baca Juga  Butuh Pendekatan Sosial-Budaya dalam Percepatan Pembangunan Tol Pekanbaru–Padang

“Kami menyiapkan dukungan layanan yang menyeluruh, mulai dari potongan tarif, penguatan akses lewat ruas fungsional, sampai fasilitas istirahat yang lebih nyaman termasuk co-working space bagi pengguna jalan yang menerapkan WFA dan juga agar pengguna bisa menjaga stamina dan tetap fokus selama perjalanan,” kata EVP Sekretaris Perusahaan Huama Karya, Mardiansyah.

Tolusa Ramadhona, pengguna jalan asal Palembang yang melintas di Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung pada periode potongan tarif, menyampaikan bahwa program ini terasa langsung manfaatnya bagi perjalanan keluarga. “Dengan potongan tarif, biaya perjalanan jadi lebih ringan. Jadi masih ada sisa untuk kebutuhan lain selama liburan,” ujarnya.

Baca Juga  Kebakaran Satu Unit Rumah, Empat Sepeda Motor Ikut Musnah

Menutup Nataru, Menatap Layanan yang Lebih Baik

Hutama Karya menilai layanan Nataru 2025/2026 di JTTS dapat berjalan dengan baik berkat kesiapan operasional, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta dukungan fasilitas layanan pengguna jalan di titik-titik strategis. Sejumlah strategi layanan yang diterapkan selama periode Nataru, mulai dari optimalisasi manajemen trafik di titik rawan kepadatan, penguatan informasi layanan dan komunikasi publik secara terintegrasi, hingga peningkatan kesiapsiagaan layanan rest area dan fasilitas pengguna, berhasil dilaksanakan dan menjadi bekal penting untuk perbaikan berkelanjutan.