Headline

Enam Korban Galodo Salareh Aia Dimakamkan di TPU Pemkab Agam

×

Enam Korban Galodo Salareh Aia Dimakamkan di TPU Pemkab Agam

Sebarkan artikel ini
DIMAKAMKAN : Prosesi pemakaman jenazah korban galodo di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.(pemkab agam)

Agam, Sindotime-Enam korban meninggal dunia akibat banjir bandang (galodo) yang melanda Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, akhirnya dimakamkan secara resmi pada Rabu (7/1) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemerintah Kabupaten Agam yang berlokasi di Kampuang Baru, Sungai Jariang, Lubuk Basung. Pemakaman ini dilakukan setelah seluruh jenazah menyelesaikan rangkaian pemeriksaan medis dan forensik.

Sebelum diserahkan untuk dimakamkan, keenam jenazah menjalani penanganan intensif oleh tim medis dan forensik di RSUD Lubuk Basung. Selama proses identifikasi, jenazah disimpan di lemari pendingin khusus yang merupakan bantuan dari Polda Riau, guna menjaga kondisi jasad sekaligus memastikan keakuratan pemeriksaan forensik.

Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana duka dan penghormatan terakhir. Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memimpin langsung jalannya pemakaman dan bertindak sebagai imam salat jenazah. Sejumlah pejabat pemerintah daerah, unsur TNI–Polri, serta keluarga korban turut hadir, dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan.

Baca Juga  Tinjau Sekolah Rakyat, Wapres Gibran Tegaskan Komitmen Pemerintah terhadap Pendidikan Inklusif

Kapolda Sumbar menjelaskan bahwa proses identifikasi korban bencana terus menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total 16 korban yang ditemukan, empat jenazah sebelumnya telah diserahkan kepada keluarga setelah identitasnya dipastikan. Dengan dimakamkannya enam jenazah hari ini, masih tersisa beberapa korban yang menunggu kepastian identitas melalui pencocokan data pembanding dari pihak keluarga.

“Seluruh jenazah telah diambil sampel DNA-nya. Saat ini kami menunggu hasil kecocokan dengan data keluarga korban yang sebelumnya dilaporkan hilang,” ujar Gatot Tri Suryanta.

Baca Juga  Perkuat Jaringan Komunikasi di Tengah Tanggap Darurat Bencana

Sejalan dengan pemakaman tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan bahwa status penanganan bencana telah bergeser dari fase tanggap darurat ke masa transisi pemulihan sejak 6 Januari 2026. Bupati Agam Benni Warlis menyatakan bahwa pemakaman ini menjadi bagian penting dalam penuntasan penanganan darurat pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.