“Sejak awal Januari, kita resmi memasuki masa transisi pemulihan. Pemakaman ini dilakukan setelah seluruh proses identifikasi jenazah di RSUD Lubuk Basung dinyatakan selesai,” kata Benni di lokasi pemakaman.
Ia memastikan bahwa seluruh korban yang dimakamkan telah terdata secara administratif dan tidak ada jenazah tanpa identitas. Pemerintah daerah tetap membuka ruang bagi keluarga korban yang belum sempat hadir untuk melengkapi proses administrasi lanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Agam juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari DVI Mabes Polri, Polda Sumatera Barat, jajaran TNI–Polri, tenaga medis, hingga relawan kemanusiaan yang bekerja tanpa henti sejak masa tanggap darurat.
Sebagai informasi, rangkaian bencana alam berupa banjir bandang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung yang melanda Kabupaten Agam pada akhir November 2025 menyebabkan 165 orang meninggal dunia. Kecamatan Palembayan tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling parah dan jumlah korban terbanyak. (*/zoe)





