Bukittinggi, Sindotime-Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan peningkatan. Pada Kamis pagi (8/1) pukul 08.41 WIB, gunung tersebut mengalami erupsi yang terekam oleh peralatan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi. Hingga saat ini, status Marapi masih berada pada Level II (Waspada).
Petugas PGA Marapi, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa letusan tersebut tidak disertai dengan kolom abu yang teramati secara visual. Meski demikian, aktivitas erupsi tercatat jelas pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 16 milimeter dan durasi getaran sekitar 17 detik.
Dampak letusan tidak hanya dirasakan di sekitar gunung. Dentuman dan getaran akibat erupsi dilaporkan terasa hingga ke Kota Bukittinggi serta beberapa wilayah di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Jarak Bukittinggi yang sekitar 14 kilometer dari Kawah Verbeek—pusat aktivitas erupsi—menunjukkan bahwa kekuatan getaran tergolong signifikan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan agar masyarakat mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan. Dengan status Waspada, warga dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak kawah Gunung Marapi. Selain itu, masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, khususnya saat curah hujan tinggi.
PVMBG juga mengimbau warga untuk menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna mencegah gangguan pernapasan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta tidak menyebarkan kabar yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Marapi, masyarakat diminta memantau kanal komunikasi milik PVMBG. Sementara itu, pemerintah daerah—termasuk Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, serta Pemerintah Kota Bukittinggi dan Padang Panjang—diminta terus menjalin koordinasi intensif dengan PVMBG sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan perkembangan aktivitas gunung api ke depan.(*/zoe)





