Sebab, bagaimanapun juga, aspek sosiologis hak cipta sangat erat kaitannya dengan manfaat dan nilai ekonomi. Karena itu negara sejatinya telah mengakui bahwa hak cipta merupakan bagian dari kekayaan yang memiliki nilai strategis.
Dia juga tidak menampik jika persoalan tersebut tidak saja alami Rozac Tanjung, namun juga masih ada sejumlah pelaku seni lainnya yang ada di tanah air, termasuk di Sumbar. “Jadi persoalan yang kini dihadapi oleh pegiat seni di Sumbar adalah, pencipta bau peluh, penyanyi abu parfum,” kata pencipta lagu Paik Di Pangka, Manih Di Ujuang tersebut.
Jadi, lanjutnya, tak sedikit para penyanyi yang sombong ketika sudah terkenal. Mereka tidak sadar, ada orang yang paling berjasa di balik kesuksesan karier penyanyi, yakni pencipta lagu. “Coba pikir, apakah penyanyi itu bisa terkenal kalau tidak karena adanya pencipta lagu. Jadi saya kira kini sama dengan kacang lupa kulit,” sesalnya.





