Perhatikan pula gerakan wajahnya, biasanya gerakan bibir tidak sinkron dengan suara yang terdengar, dan cenderung tidak natural. Intonasi suara juga menjadi petunjuk penting, karena deepfake sering kali terdengar monoton atau memiliki emosinal yang tidak wajar. Dengan melatih kepekaan kita terhadap hal hal ini, kita bisa lebih waspada terhadap konten yang mencurigakan.
Di sisi lain, kita harus lebih bijak dalam mengelola jejak digital kita sendiri. Mengingat keamanan privasi kita di platform X mulai dipertanyakan dengan perkembangan fitur Grok AI baru baru ini. Ada baiknya kita mengurangi postingan foto atau video pribadi di media sosial, dan hindari mengunggah foto wajah dalam resolusi tinggi, dan jika memang harus memposting. pastikan untuk menggunakan watermark pada foto postingan kita sebagai bentuk perlindungan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko menjadi kita korban kejahatan deepfake hingga kondisi digital dirasa lebih aman.(***)

